“Masa muda sungguh senang, jiwa penuh dengan sukacita. Dengan api yang tak kunjung padam, selalu membakar dalam kalbu….”
Penggalan syair lagu ini menggambarkan kondisi masa muda yang penuh dengan kegembiraan, sukacita dan semangat yang terus membara. Memang masa muda merupakan sebuah waktu bagi seseorang untuk melakukan segala sesuatu dengan maksimal karena pada waktu ini kondisi fisik seseorang dalam tahap paling kuat. Semangat yang dimiliki kaum muda mampu membawa mereka untuk mengerjakan berbagai hal.
Sumpah Pemuda merupakan salah satu wujud semangat persatuan pemuda Indonesia dan sampai saat ini banyak peristiwa besar yang telah dikerjakan oleh kaum muda. Pergaulan, persahabatan, dan cinta menjadi bagian yang tak bisa terlepas dari kehidupan orang muda. Ketiga hal itu juga yang membawa dalam berbagai pilihan, antara yang baik dan yang buruk, antara yang sopan dan tidak sopan, dan antara yang dosa dan menjadi berkat. Masa muda memang seharusnya dinikmati, bukan mengurung diri dari pergaulan agar terhindar dari pengaruh buruk lingkungan. Seperti Pengkhotbah 11:9-10 katakan agar pemuda menikmati hidup, membuang kepedihan dan menuruti keinginan hati, akan tetapi selanjutnya dikatakan juga bahwa segalanya tadi akan membawa kepada pengadilan dan kesia-siaan.
Jadi apa yang harus kita kerjakan di masa muda kita jika semua akan membawa kesia-siaan?! Titus 2:6 memberi jawaban “Demikian juga orang-orang muda; nasihatilah mereka supaya mereka menguasai diri dalam segala hal”.
Kunci dalam menjalani kehidupan di masa muda adalah penguasaan diri. Bila kita mampu menguasai diri maka kita pasti akan lebih merasa tenang dalam menjalani masa muda, selain itu penguasaan diri memampukan kita untuk mengerjakan sesuatu dengan melibatkan Tuhan sebagai pedoman utama. Pada akhirnya nanti sejarah indah masa muda akan terukir dan menjadi hal yang pantas untuk dinikmati.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar